BAHAYA! Jika Pria Kurang MemperBanyak "Makan Ini", Ternyata Bisa Bikin "Kualitas Sperma Buruk dan Anaknya Kelak Gampang Obesitas?!"
NewsBee - Sudah sering kita dengar bahwa ibu hamil harus ekstra hati-hati dalam memilih asupan, baik makanan maupun minuman. Pasalnya, jika ibu hamil mengonsumsi makanan dan minuman yang salah, maka bisa beresiko buruk pada janin yang dikandung. Namun ternyata, tidak cuma ibu hamil yang harus ekstra hati-hati. Karena para pria yang kurang makan "ini" juga akan berdampak buruk bagi sang bayi loh...
Sebuah penelitian terbaru dari University of Nottingham di Inggris menunjukkan bahwa pria yang kurang mengonsumsi protein memiliki kualitas sperma yang buruk. Lebih parahnya lagi, kemungkinan besar mereka akan memiliki keturunan dengan obesitas.
Bukti penelitian ini diperoleh setelah mereka melakukan uji coba pada tikus. Tikus tersebut diberi makan dengan protein yang hanya berjumlah setengah dari konsumsi yang disarankan. Hasilnya, tikus tersebut memiliki kualitas sperma dan cairan semen yang lebih rendah.
Keturunan yang dihasilkan pun berbobot lebih besar dan memiliki gejala diabetes tipe dua. Keturunan tikus dianalisis oleh peneliti ketika usia mereka setara dengan usia 30 tahun usia manusia.
Para peneliti menyimpulkan hal ini terjadi karena ketidakseimbangan asupan protein yang mempengaruhi kualitas DNA yang diturunkan dari ayah pada anak. Namun para peneliti masih belum jelas bagaimana kekurangan protein dapat melemahkan sperma.
Sebelumnya, banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa pria dengan berat badan berlebihan, merokok atau pecandu alkohol memiliki kualitas sperma yang lebih buruk.
Selanjutnya, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Adam Watkins memberi pola makan yang terdiri dari 18% hingga 9 % protein pada tikus jantan. Hasilnya, tikus yang diberi proteinnya lebih sedikit maka, label kimia DNA yang mengatur ekspresi gen pun menjadi lebih sedikit, dibandingkan dengan tikus yang diberi pola makan protein normal.
Para peneliti menggunakan sperma yang dikumpulkan dari tikus-tikus jantan tersebut dan membiarkan tikus betina yg sehat hamil dari sperma itu. Kesehatan anak-anak tikus tersebut kemudian dianalisis ketika mereka berusia empat bulan, yang setara dengan usia 30 tahun pada manusia.
Tak disangka hasilnya, anak-anak hasil sperma yang "buruk" tersebut memiliki bobot tubuh yang lebih besar daripada anak-anak tikus yang mendapatkan protein normal. Mereka juga menunjukkan tanda-tanda diabetes tipe dua yang merupakan penyebab kematian dini. Selain itu, mereka juga memiliki metabolisme yang lebih lambat.
Oleh karena itu, Adam Watkins mengatakan agar para wanita yang sedang melakukan program kehamilan harus memahami pentingnya gaya hidup sehat dan makanan yang baik dan sehat. Namun dari hasil penelitian di atas, dampak pola makan yang buruk dari para ayah juga akan mempengaruhi anak-anak mereka nantinya.
Anggota tim peneliti Profesor Kevin Sinclair, juga menekankan, sperma berkontribusi lebih dari setengah gen yang membentuk anak. "Selama proses pembuahan, sperma juga menjadi bagian penting yang bertugas untuk membuahi sel telur wanita yang ditunjang oleh plasma seminal, dan dapat mempengaruhi hasil dari pembuahan," ujarnya.
Jadi bukan cuma sang ibu yang harus menjaga pola makan, tapi sang ayah juga terutama pada makanan yang mengandung banyak protein.



Tidak ada komentar